Bukan Pesawat, Kini Bisa ke Jepang Naik Ferry dari Taiwan

Perjalanan antara Taiwan dan Jepang kini memiliki alternatif baru selain pesawat. Setelah penantian panjang, layanan ferry internasional yang menghubungkan Kota Keelung di Taiwan dengan Pulau Ishigaki di Prefektur Okinawa, Jepang, resmi mulai beroperasi.

Layanan ini dioperasikan oleh ferry Yaima Maru, yang melakukan pelayaran perdananya pada akhir Mei 2026 dan menandai kembalinya koneksi penumpang reguler antara Taiwan dan Ishigaki setelah vakum selama hampir dua dekade.

Foto: REUTERS

Menempuh Taiwan–Jepang dalam Semalam

Yaima Maru menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda dibanding penerbangan konvensional.

Ferry ini berangkat dari Pelabuhan Keelung pada malam hari dan tiba di Ishigaki pada pagi hari berikutnya, dengan waktu tempuh sekitar 7 hingga 8 jam. Konsep perjalanan semalaman ini memungkinkan penumpang memaksimalkan waktu perjalanan sekaligus menikmati pengalaman berlayar lintas negara.

Bagi sebagian traveler, rute ini juga menjadi alternatif menarik untuk menikmati perjalanan yang lebih santai dibanding penerbangan singkat.

Koneksi yang Kembali Hadir Setelah 18 Tahun

Yang membuat peluncuran rute ini semakin istimewa adalah statusnya sebagai layanan penumpang reguler pertama yang kembali menghubungkan Taiwan dan Ishigaki dalam sekitar 18 tahun terakhir.

Secara geografis, Ishigaki memang merupakan salah satu wilayah Jepang yang paling dekat dengan Taiwan. Jarak antara keduanya jauh lebih pendek dibandingkan banyak rute domestik Jepang lainnya, sehingga hubungan ekonomi, budaya, dan pariwisata antara kedua wilayah telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Namun, keterhubungan langsung melalui jalur laut sempat terhenti, membuat wisatawan harus mengandalkan penerbangan sebagai satu-satunya opsi perjalanan praktis.

Kapasitas Lebih dari 500 Penumpang

Yaima Maru memiliki kapasitas hingga sekitar 545 penumpang dalam satu pelayaran.

Pada tahap awal operasional, ferry ini dijadwalkan beroperasi satu kali setiap minggu. Namun operator telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan frekuensi menjadi dua kali seminggu mulai Juli 2026 seiring meningkatnya permintaan perjalanan.

Penambahan frekuensi ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang bepergian antara Taiwan dan Jepang.

Dorong Pariwisata Taiwan dan Jepang

Peresmian rute baru ini disambut positif oleh pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata dari kedua negara.

Pihak Taiwan maupun Jepang berharap kehadiran ferry langsung ini dapat meningkatkan arus wisatawan dua arah, memperkuat hubungan ekonomi regional, serta membuka peluang baru bagi sektor pariwisata lokal.

Ishigaki sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Okinawa yang menawarkan pantai berpasir putih, aktivitas diving, serta suasana tropis yang berbeda dari kota-kota besar Jepang seperti Tokyo atau Osaka.

Sementara itu, Taiwan terus menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Jepang berkat kuliner, budaya, dan aksesibilitas yang relatif mudah.

Alternatif Baru untuk Traveler

Di tengah dominasi perjalanan udara, kehadiran Yaima Maru menghadirkan pilihan baru bagi traveler yang ingin menikmati pengalaman perjalanan yang berbeda.

Selain menawarkan pengalaman berlayar internasional yang semakin jarang ditemukan di Asia Timur, ferry ini juga membuka peluang bagi wisatawan untuk menggabungkan perjalanan Taiwan dan Jepang dalam satu itinerary dengan cara yang lebih unik.

Dengan waktu tempuh semalaman dan frekuensi yang akan terus ditingkatkan, Yaima Maru berpotensi menjadi salah satu moda transportasi alternatif yang menarik bagi traveler yang ingin menjelajahi kedua destinasi tersebut dari perspektif yang berbeda.

Share this Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured Articles

Follow us On Instagram

@indo.miles