Airbus berhasil menyelesaikan penerbangan pengembangan (development flight) terlama menggunakan Airbus A350-1000ULR yang dikembangkan khusus untuk Qantas Project Sunrise. Pesawat tersebut terbang nonstop selama 24 jam 24 menit dari Melbourne, Australia, menuju Toulouse, Prancis, menempuh jarak sekitar 23.075 kilometer.
Penerbangan ini menjadi salah satu penerbangan nonstop terlama yang pernah dilakukan oleh pesawat penumpang dan bahkan melampaui rekor uji terbang Boeing 777-200LR yang dilakukan pada 2005.
Bagian dari Pengembangan Project Sunrise
Meski durasi penerbangannya mencapai lebih dari 24 jam, penerbangan ini bukan merupakan penerbangan komersial, melainkan bagian dari program pengembangan Airbus untuk menguji performa pesawat, efisiensi sistem, serta kemampuan operasional pada penerbangan ultra-jarak jauh sebelum pesawat diserahkan kepada Qantas.
Pesawat yang digunakan merupakan varian Airbus A350-1000ULR (Ultra Long Range) yang dirancang khusus untuk Project Sunrise.
Dirancang untuk Penerbangan Ultra Jarak Jauh
A350-1000ULR milik Qantas dibekali tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 20.000 liter serta konfigurasi kabin berkapasitas 238 penumpang. Modifikasi tersebut memungkinkan pesawat melayani penerbangan nonstop hingga sekitar 22 jam dalam operasional komersial.
Pesawat ini nantinya akan digunakan untuk mendukung Project Sunrise, yaitu proyek ambisius Qantas yang bertujuan mengoperasikan penerbangan nonstop dari Sydney ke London dan Sydney ke New York, sehingga penumpang tidak lagi perlu transit dalam perjalanan menuju dua destinasi tersebut.
Ditargetkan Beroperasi pada 2027
Apabila seluruh proses pengujian dan sertifikasi berjalan sesuai rencana, Qantas menargetkan penerbangan komersial Project Sunrise mulai beroperasi pada 2027.
Kehadiran Airbus A350-1000ULR akan membuka babak baru dalam industri penerbangan dengan menghadirkan rute-rute ultra-jarak jauh tanpa transit, sekaligus memperluas pilihan perjalanan bagi penumpang yang mengutamakan efisiensi waktu.





