Situasi penerbangan ke kawasan Timur Tengah masih belum sepenuhnya normal. Sejumlah maskapai internasional masih membatalkan, menangguhkan, atau menyesuaikan operasional penerbangan mereka ke beberapa kota di kawasan tersebut hingga akhir 2026 bahkan 2027.
Berikut rangkumannya:
| Maskapai | Rute / Destinasi | Status |
|---|---|---|
| Singapore Airlines | Timur Tengah / Dubai | Dibatalkan hingga 24 Oktober 2026 |
| Air Canada | Dari dan ke Dubai | Dibatalkan hingga akhir Maret 2027 |
| airBaltic | Dari dan ke Dubai | Dibatalkan hingga 25 Oktober 2026 |
| British Airways | Sejumlah rute Timur Tengah | Dibatalkan/ditangguhkan hingga November 2026 |
| Cathay Pacific | Dubai dan Riyadh | Dibatalkan hingga Januari 2027 |
| Finnair | Helsinki–Dubai | Dibatalkan hingga 27 Maret 2027 |
| Iran Air | Tehran–Uni Emirat Arab | Dibatalkan tanpa batas waktu |
| ITA Airways | Dari dan ke Dubai | Ditangguhkan hingga 24 Oktober 2026 |
| KLM | Dubai, Riyadh, dan Dammam | Dibatalkan hingga 24 Oktober 2026 |
| Korean Air | Incheon–Dubai | Dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut |
| Japan Airlines | Tokyo–Doha | Ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut |
| Lufthansa | Abu Dhabi, Beirut, Dammam, Dubai, Riyadh, Muscat | Ditangguhkan hingga 24 Oktober 2026 |
| Virgin Atlantic | London–Dubai | Ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan |
| Wizz Air | Eropa–Dubai dan Abu Dhabi, serta Madinah | Dubai dan Abu Dhabi hingga 24 Oktober 2026; Madinah hingga pemberitahuan lebih lanjut |
Penangguhan ini berkaitan dengan kondisi keamanan dan ruang udara di kawasan Timur Tengah yang masih dinamis. Beberapa maskapai juga terus mengevaluasi rute mereka berdasarkan perkembangan situasi dan keputusan otoritas penerbangan.
Karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu, penumpang yang memiliki perjalanan ke Timur Tengah sebaiknya rutin mengecek status penerbangan, opsi rebooking, dan kebijakan refund melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum keberangkatan.






