Bank Indonesia (BI) tengah melakukan pendalaman dan pengawasan terkait laporan transaksi tidak sah yang terjadi pada aplikasi dompet digital DANA.
Kasus ini menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna melaporkan adanya transaksi kartu kredit yang tidak mereka kenali. BI pun meminta DANA melakukan perbaikan terhadap setiap kelemahan yang ditemukan sekaligus memperkuat sistem pengamanannya.
BI Minta DANA Perbaiki Kelemahan Sistem
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa BI telah meminta DANA untuk memperbaiki setiap kelemahan yang ditemukan dalam proses penanganan kasus tersebut. Selain itu, penguatan sistem keamanan juga diminta untuk mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari. BI saat ini masih melakukan pendalaman dan pengawasan terkait kasus tersebut.
Transaksi Kartu Kredit Tak Dikenal Jadi Sorotan
Kasus yang ramai dibicarakan berkaitan dengan transaksi kartu kredit yang tidak dikenali, termasuk dugaan penyalahgunaan fitur pembayaran menggunakan kode QR melalui aplikasi DANA.
Sebelumnya, DANA juga telah menyampaikan pernyataan terkait kasus tersebut. DANA menyebut telah memblokir akun yang terindikasi disalahgunakan dan berkoordinasi dengan bank penerbit kartu untuk proses pengembalian dana bagi pengguna yang terdampak.
Pengguna yang menemukan transaksi tidak dikenal juga diminta segera menghubungi bank penerbit untuk melakukan sanggahan transaksi.
BI Ingatkan Pengguna Lebih Waspada
Selain meminta DANA memperkuat sistem keamanan, BI juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menggunakan layanan pembayaran digital.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menjaga kerahasiaan data pribadi dan kredensial pembayaran
- Memantau riwayat transaksi secara berkala
- Segera melaporkan setiap transaksi yang tidak dikenali
Pengguna kartu kredit juga sebaiknya mengaktifkan notifikasi transaksi agar aktivitas yang mencurigakan bisa diketahui lebih cepat.
Jika Menemukan Transaksi Tidak Dikenal, Apa yang Harus Dilakukan?
Bagi pengguna yang menemukan transaksi mencurigakan pada kartu kredit, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah segera menghubungi bank penerbit dan mengajukan sanggahan transaksi.
Untuk kasus yang berkaitan dengan DANA, pengguna terdampak sebelumnya juga diarahkan untuk menyimpan nomor laporan dari bank dan meneruskannya melalui kanal resmi DANA. Hindari memberikan informasi sensitif seperti PIN, OTP, CVV, password, maupun nomor kartu kredit lengkap kepada pihak mana pun.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya rutin memeriksa riwayat transaksi, terutama bagi pengguna kartu kredit yang terhubung dengan berbagai aplikasi pembayaran digital.






