Singapore Airlines Tunda Kembalinya Rute Dubai Hingga Oktober, Peluncuran Riyadh Kembali Mundur

Singapore Airlines kembali melakukan penyesuaian terhadap jaringan penerbangannya di Timur Tengah. Maskapai ini memperpanjang penghentian sementara penerbangan ke Dubai (DXB) hingga 24 Oktober 2026, sekaligus kembali menunda peluncuran rute baru menuju Riyadh (RUH).

Ini merupakan penundaan kedua untuk rute Riyadh. Sebelumnya, penerbangan perdana dijadwalkan dimulai pada Juni 2026, kemudian diundur ke September 2026, dan kini kembali mundur menjadi 1 Desember 2026.

Rute Dubai Tetap Ditangguhkan

Penerbangan Singapore Airlines rute Singapore–Dubai (SQ494/SQ495) akan tetap dihentikan hingga 24 Oktober 2026.

Suspensi ini merupakan kelanjutan dari penghentian operasional yang telah dimulai sejak Februari 2026 akibat kondisi geopolitik dan pertimbangan keselamatan di kawasan Timur Tengah.

Belum ada kepastian apakah layanan ke Dubai akan kembali beroperasi sesuai jadwal setelah tanggal tersebut. Keputusan selanjutnya kemungkinan akan bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Peluncuran Riyadh Kembali Ditunda

Selain Dubai, Singapore Airlines juga kembali menunda pembukaan rute baru menuju Riyadh, Arab Saudi.

Kini penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 1 Desember 2026, atau sekitar enam bulan lebih lambat dibandingkan rencana awal. Tidak hanya itu, frekuensi penerbangan juga dikurangi dari 4 kali per minggu menjadi 3 kali per minggu, sehingga kapasitas yang ditawarkan turun sekitar 25%.

Penundaan Rute Dubai Terus Berulang

Ini bukan pertama kalinya Singapore Airlines menunda kembalinya layanan ke Dubai. Bahkan, jadwal 3 Agustus 2026 yang sebelumnya diumumkan merupakan upaya keempat untuk mengoperasikan kembali rute tersebut.

Berikut kronologi perubahan yang terjadi sepanjang 2026:

TanggalPerkembangan
1 Januari 2026Singapore Airlines mengumumkan Airbus A380 akan melayani rute Singapura–Dubai mulai 29 Maret 2026.
5 Februari 2026Pengoperasian A380 sepanjang tahun untuk rute Dubai kembali dikonfirmasi.
28 Februari 2026Seluruh penerbangan ke Dubai dihentikan sementara menyusul penutupan wilayah udara di Timur Tengah akibat konflik militer.
20 Maret 2026Airbus A380 yang semula dijadwalkan melayani Dubai dialihkan ke rute Melbourne.
2 April 2026Jadwal pembukaan kembali diundur menjadi 1 Juni 2026. Selama musim panas, rute ini direncanakan menggunakan Boeing 777-300ER sebagai pengganti A380.
1 Mei 2026Jadwal kembali diundur menjadi 3 Agustus 2026. Penjualan First Class dan Premium Economy untuk musim dingin juga dihentikan, menjadi indikasi bahwa A380 tidak akan kembali beroperasi di rute ini.
15 Juli 2026Singapore Airlines kembali memperpanjang penghentian penerbangan hingga 24 Oktober 2026. Untuk musim dingin 2026/27, rute ini akan dilayani Airbus A350-900 Medium Haul, bukan A380.

Serangkaian penundaan ini menunjukkan bahwa Singapore Airlines masih terus menyesuaikan operasionalnya dengan perkembangan situasi di Timur Tengah. Hingga saat ini, belum ada jaminan bahwa penerbangan ke Dubai akan benar-benar kembali beroperasi sesuai jadwal terbaru pada akhir Oktober 2026.

Dampak Bagi Penumpang

Bagi penumpang yang telah memiliki tiket menuju Dubai atau Riyadh, Singapore Airlines akan menawarkan opsi sesuai kebijakan yang berlaku, seperti perubahan jadwal atau pengembalian dana, tergantung jenis tiket dan kondisi pemesanan.

Sementara itu, anggota KrisFlyer yang berencana melakukan redemption ke Timur Tengah juga perlu memperhatikan perubahan jadwal ini karena ketersediaan award seat akan ikut menyesuaikan dengan jadwal operasional terbaru.

Mengapa Singapore Airlines Melakukan Perubahan Ini?

Singapore Airlines belum mengumumkan alasan spesifik selain mengacu pada kondisi geopolitik yang masih belum stabil di kawasan Timur Tengah.

Sejak awal 2026, sejumlah maskapai internasional memang terus melakukan penyesuaian jadwal penerbangan, pembatalan rute, hingga perubahan jalur terbang akibat meningkatnya risiko operasional di wilayah tersebut.

Share this Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *