Heart Aerospace Sukses Terbangkan Pesawat Listrik Terbesar di Dunia

Heart Aerospace berhasil menerbangkan Heart X1, pesawat demonstrator bertenaga baterai yang disebut perusahaan sebagai pesawat listrik bertenaga baterai terbesar yang pernah terbang. Uji terbang perdana berlangsung pada 12 Agustus 2026 dari Plattsburgh International Airport, New York, Amerika Serikat.

Dengan satu pilot di dalamnya, X1 mengudara selama 27 menit dan mencapai ketinggian 1.100 kaki atau sekitar 335 meter di atas permukaan tanah. Penerbangan tersebut mencakup lepas landas, menanjak, bermanuver, hingga mendarat kembali.

Biaya listriknya sekitar Rp90 ribu?

Menurut Heart Aerospace, X1 menggunakan listrik senilai sekitar US$5 selama penerbangan perdana itu, atau sekitar Rp90 ribu jika dikonversi menggunakan kurs referensi BI pada 25 September 2026.

Angka tersebut hanya biaya listrik untuk satu uji terbang. Itu belum mencakup biaya lain seperti pengembangan pesawat, kru, perawatan, dan operasional bandara. Jadi, angka Rp90 ribu tidak bisa dianggap sebagai biaya untuk menerbangkan pesawat secara komersial, apalagi sebagai gambaran harga tiket.

Heart X1 belum mengangkut penumpang

Meski ukurannya mendekati pesawat regional, X1 merupakan pesawat demonstrator untuk pengujian teknologi, bukan pesawat yang saat ini melayani penumpang. Heart Aerospace menggunakan program X1 untuk menguji sistem propulsi listrik, karakteristik terbang, dan kemampuan perusahaan dalam membangun serta mengoperasikan pesawat pada skala tersebut.

Heart Aerospace kini mengembangkan ES-36, pesawat regional hibrida-listrik berkapasitas 36 penumpang. Rancangan ini diperkenalkan pada 23 September 2026 sebagai pengembangan dari konsep ES-30 yang diumumkan sebelumnya. Perusahaan menargetkan penerbangan pertama pesawat praproduksi ES-36 pada paruh kedua 2028 dan mulai beroperasi pada 2031, setelah melalui proses sertifikasi.

Penerbangan X1 menjadi langkah penting bagi pengembangan pesawat listrik berukuran lebih besar. Namun, masih ada tahapan pengujian dan sertifikasi sebelum teknologi ini dapat digunakan dalam layanan penumpang.

Share this Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *