Singapore Airlines kembali meningkatkan kapasitas penerbangannya ke Australia. Mulai 25 Oktober 2026, maskapai ini akan menambah frekuensi penerbangan antara Singapura (SIN) dan Adelaide (ADL) menjadi 12 kali per minggu, meningkat dari sebelumnya 10 penerbangan per minggu.
Peningkatan ini akan berlangsung selama musim dingin IATA hingga 27 Maret 2027, menjadikan rute Singapura–Adelaide sebagai layanan dengan frekuensi tertinggi yang pernah dioperasikan Singapore Airlines untuk kota tersebut.
Tambahan Dua Penerbangan Mingguan
Penambahan frekuensi akan dilakukan melalui dua penerbangan tambahan setiap minggu, sehingga penumpang memiliki lebih banyak pilihan jadwal, baik untuk perjalanan bisnis maupun liburan.
Jadwal tambahan yang akan beroperasi adalah:
- SQ279: Singapura → Adelaide setiap Kamis dan Minggu
- SQ278: Adelaide → Singapura setiap Senin dan Jumat
Seluruh penerbangan akan dioperasikan menggunakan Boeing 787-10 Dreamliner, pesawat berbadan lebar yang dikonfigurasi dengan dua kelas kabin:
- Business Class: 36 kursi
- Economy Class: 301 kursi
Dengan kapasitas 337 kursi per penerbangan, penambahan dua frekuensi mingguan ini menghadirkan lebih dari 1.300 kursi tambahan setiap minggu di kedua arah.
Kapasitas ke Adelaide Semakin Besar
Dengan beroperasinya 12 penerbangan per minggu, Singapore Airlines akan menyediakan sekitar 4.044 kursi per arah setiap minggunya pada rute Singapura–Adelaide.
Peningkatan kapasitas ini mencerminkan tingginya permintaan perjalanan menuju Australia Selatan, baik dari wisatawan maupun pelaku bisnis. Adelaide juga menjadi salah satu gerbang utama menuju wilayah South Australia yang semakin populer sebagai destinasi wisata, pendidikan, dan bisnis.
Kabar Baik bagi Penumpang dari Indonesia
Bagi penumpang yang berangkat dari Indonesia, penambahan frekuensi ini memberikan lebih banyak pilihan koneksi menuju Adelaide melalui Singapore Changi Airport.
Kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan beberapa destinasi lain yang dilayani Singapore Airlines kini akan memiliki fleksibilitas jadwal yang lebih baik ketika melanjutkan perjalanan ke Australia Selatan.
Selain itu, frekuensi yang lebih tinggi juga berpotensi mempermudah pencarian award seat KrisFlyer, meskipun ketersediaan kursi tetap bergantung pada permintaan dan kebijakan Singapore Airlines.





